23 Maret 2009

Arti Menunggu


    Aku pernah menulis bahwa kadang hal yang baik itu pantas untuk ditunggu (The Power of Cinta). Namun ucapan Mario Teguh semalam membangunkan aku dari lamunanku. Beliau berkata, hal hal yang baik datang bagi yang menunggu, tetapi tidak bagi yang menunggu terlalu lama. Yang aku sadari, mungkin aku terlalu lama menunggu sesuatu yang absurd, terlalu abstrak untuk diharapkan. Yang kuakui, apa yang kulakukan selama ini hanyalah menunggu dan berharap. Seperti kebanyakan masyarakat indonesia diluar sama yang telah kekenyangan menonton sinetron yang menjual mimpi. Aku sadari, aku telah jengah akan mimpi. Mimpi dan penundaan itu tidak bisa hidup dalam satu hati, mimpi dan penungguan itu tidak bisa disamakan dengan kata sabar, ia hanyalah alasan, alasan untuk mencekoki pikiran gundah ini dengan pil ekstasi yang bernama lamunan.
    Seperti kata pak mario, Melakukan atau tidak, memulai atau menunda, kedua-duanya menggunakan waktu, tapi hanya satu yang memiliki kesempatan untuk berhasil. Semanis apapun kita mendefinisikannya, mimpi itu selamanya hanya lamunan omong kosong bagi jiwa yang enggan keluar rumah berkeringat menjemputnya. Gagal atau tidak dalam mendapatkannya, sebenarnya tidak masalah. Karena keberuntungan itu lebih berpihak kepada yang kurang pandai tetapi banyak mencoba daripada kepada mereka yang pandai tetapi tidak bertindak apa-apa. Jika kita merasa takut dengan kegagalan dan penolakan, maka seharusnya janganlah berani untuk bermimpi. Jalani saja kehidupan yang membosankan ini dan matilah dalam penungguan hingga tidak ada orang lain yang menganggapmu penting.
     Fakta bahwa kita berani memimpikannya, seharusnya menyadarkan kita bahwa kehidupan yang disajikan dihadapan kita saat ini tidak memuaskan keinginan kita, bahwa ada sesuatu diluar daya upaya kita yang ingin kita miliki, namun saat ini belum bisa kita dapatkan karena suatu sebab diluar kehendak kita. Dari sini seharusnya menggugah kita untuk berharap dan melangkah keluar rumah mencari impian tersebut. Disinilah tempat aku terjelembab berulang kali. Aku sering marah pada diriku sendiri terhadap waktu yang kuhamburkan sia-sia dalam penantian yang terlalu lama, bahwa aku gagal meresapi pelajaran “membuat kesalahan dan bahkan gagal dalam melakukan sesuatu yang berguna adalah lebih baik daripada tidak pernah salah karena tidak melakukan apapun”. Menjadi perfeksionis itu tidak masuk akal, sepertinya aku lupa pelajaran dari tulisanku sendiri. 
    Bagaimanapun juga, kita tidak pantas mengharapkan sesuatu yang besar jika kita tidak berbuat yang pantas untuk menyambutnya. Arti menunggu itu akan menjadi benar jika kita juga mengupayakannya dengan usaha, bukan berpangku tangan mengharu biru dalam doa. Seperti peribahasa
“To accomplish great things, we must not only act, but also dream, not only plan, but also believe”

3 komentar:

melangkahmeraihcita mengatakan...

Terimakasih

Muhammad Sudarsono mengatakan...

kalo ada orang yang masih nunggu. Coba baca di www.nonobelajarcool.blogspot.com /CLBK (Cinta Lama Belum Kelar) semoga dapat menemukan arti dari sebuah kata menunggu oh iya tuliskan juga komentar anda ya

Muhammad Sudarsono mengatakan...

kalo ada orang yang masih nunggu. Coba baca di www.nonobelajarcool.blogspot.com /CLBK (Cinta Lama Belum Kelar) semoga dapat menemukan arti dari sebuah kata menunggu oh iya tuliskan juga komentar anda ya